Tuesday, October 14, 2008
Positive Psychology Can Be Dangerous!
Positive Psychology Can Be Dangerous!
April 27th, 2008
Positive Psychology is very popular in American academia today.
Positive psychologists believe we can all be happy or happier by being more positive.
They suggest we substitute more positive judgments for negative ones, spend time on gratitude lists and journal good things that happen in our lives.
They believe the more time we spend focusing on positives over negatives, the happier we will be.
They preach the Gospel of Learned Optimism, that we can learn to be more optimistic in our assessments of life and be happier.
The Positive Psychology Happiness Formula is :Positive Judgments => Produce HappinessNegative Judgments => Mean MiseryTherefore More Positive Judgments Mean More Happiness
While there is some truth to this statement (it is a variant of the First Law of Happiness - Our Focus Determines Our Feelings) they overlook a number of key points.
The first is optimism can cause us to overlook or ignore important danger signals and warning signs that help us to thrive and survive. We are told we just need to be more positive, to see more benefits fewer threats. This can be dangerous.
The Happiness Habit model is different. Habitually happy people assess reality very accurately and take decisive and often very creative action. Once they are confident they have made good decisions, they put the full force of positive expectations behind their drive to excel and do well.
They know the dangers of excessive optimism and react accordingly.
More importantly, Habitually Happy people don’t ignore misery. They know misery has some meaning.
Misery is meant to make us move and take action - it is a signal something needs to change or is changing.
It often means we need to change what we are doing, how we think about it or both. Or perhaps our world is changing and we need to change to adapt and adjust, like it or not.
Stuffing, ignoring or replacing negative signals with learned optimism is not the universal route to happiness and spiritual success.
When our gut, our heart, soul and being are screaming something is wrong, we cannot simply try to pretend everything is fine.
We need to look at those negative feelings, understand what they tell us and act accordingly. Are the perceived threats real or merely effects of past conditioning, environment and experience? Can we turn those negatives into positives?
Assess reality accurately. Explore and appreciate what negative feelings are trying to tell you.
Make decisive, effective decisions. Put the full force of positive expectations behind all your actions. Use a drive to excel and do well to propel you to happiness and success. Try to enjoy each and every moment. Be Happy!
See HappinessHabit.com for more information about happiness and spiritual success.
Copyright 1999-2008 by Michele Moore. All Rights Reserved. Reprints. Comment on this posting below.
Monday, October 13, 2008
THE FIRST FOR EVERYTHING YOUR LIFE
SEVENTH, The First night you didn't sleep till you 've seen sun rice. It's describe to freedom, Hope and Wishes that no limit opportunity. Soo say welcome to the dawn with follow that feeling..
EIGHT, In the first time that you had a trouble in bed-technical with your first love. But you would solve immediately (with smile) and back to foreplay than enjoy gether the next hour to make her satisfied. Don't you know, she had a great-nice night with you..
NINETH, IN THE FIRST TIME THAT YOU KNOW IF "PRAISE" WOULD MOTIVATING SOMEONE BETTER THAN "COMMAND". Now you have to know, that delicious bait is more effective than the WHIP.
TENTH, In the first time you had successfully to Reject a huge temptation from young sexy beautiful girls at the corner of bar. That sign, your "celebral cortex" have change your lizard-brain (bawdy-mind). CONGLATURATION......you have to follow your live more positive..
The Last ELEVENTH, Your first hoary (white-hair). You have to be grand-pa..do you think. But for her, you still the unique-man from any-gentlemen which had black hair arround you. Please you have to rough it as best-Godsend not as disaster.
Now, have you count your merit or sin as long as your life go on....or you've just fix it all from now as your capacity as well..from easy to hard thing...??? Just God must Know it all.. Okay Friend, let us starting from now, it's better than not doing at all..
Just Keep your nice smile Friend..

Happiness Club Blog: HARVARD HAPPINESS!
Sunday, October 12, 2008
KEKUATAN BERPIKIR POSITIF
Melihat gaya tersebut benar-benar membuat aku penasaran, jadi suatu hari aku temui Jaly dan bertanya padanya, "Aku tidak mengerti! Tidak mungkin seseorang menjadi orang yang berpikiran positif sepanjang waktu. Bagaimana kamu dapat melakukannya?" Jaly menjawab, "Tiap pagi aku bangun dan berkata pada diriku, aku punya dua pilihan hari ini. Aku dapat memilih untuk ada di dalam suasana yang baik atau memilih dalam suasana yang jelek. Aku selalu memilih dalam suasana yang baik".
Tiap kali sesuatu terjadi, aku dapat memilih untuk menjadi korban atau aku belajar dari kejadian itu. Aku selalu memilih belajar dari hal itu. Setiap ada sesorang menyampaikan keluhan, aku dapat memilih untuk menerima keluhan mereka atau aku dapat mengambil sisi positifnya. Aku selalu memilih sisi positifnya."
"Tetapi tidak selalu semudah itu," protesku. "Ya, memang begitu," kata Jaly, "
Hidup adalah sebuah pilihan. Saat kamu membuang seluruh masalah, setiap keadaan adalah sebuah pilihan. Kamu memilih bagaimana bereaksi terhadap semua keadaan. Kamu memilih bagaimana orang-orang disekelilingmu terpengaruh oleh keadaanmu. Kamu memilih untuk ada dalam keadaan yang baik atau buruk. Itu adalah pilihanmu, bagaimana kamu hidup."Beberapa tahun kemudian, aku dengar Jaly mengalami musibah yang tak pernah terpikirkan terjadi dalam bisnis restoran: membiarkan pintu belakang tidak terkunci pada suatu pagi dan dirampok oleh tiga orang bersenjata. Saat mencoba membuka brankas, tangannya gemetaran karena gugup dan salah memutar nomor kombinasi. Para perampok panik dan menembaknya. Untungnya, Jaly cepat ditemukan dan segera dibawa ke rumah sakit.
Setelah menjalani operasi selama 18 jam dan seminggu perawatan intensif, Jaly dapat meninggalkan rumah sakit dengan beberapa bagian peluru masih berada di dalam tubuhnya. Aku melihat Jaly enam bulan setelah musibah tersebut.
Saat aku tanya Jaly bagaimana keadaannya, dia menjawab, "Jika aku dapat yang lebih baik, aku lebih suka menjadi orang kembar. Mau melihat bekas luka-lukaku?" Aku menunduk untuk melihat luka-lukanya, tetapi aku masih juga bertanya apa yang dia pikirkan saat terjadinya perampokan."Hal pertama yang terlintas dalam pikiranku adalah bahwa aku harus mengunci pintu belakang," jawab Jaly. "Kemudian setelah mereka menembak dan aku tergeletak di lantai, aku ingat bahwa aku punya dua pilihan: aku dapat memilih untuk hidup atau mati. Aku memilih untuk hidup.""Apakah kamu tidak takut?" tanyaku. Jaly melanjutkan, "Para ahli medisnya hebat. Mereka terus berkata bahwa aku akan sembuh. Tapi saat mereka mendorongku ke ruang gawat darurat dan melihat ekspresi wajah para dokter dan suster aku jadi takut. Mata mereka berkata 'Orang ini akan mati'. Aku tahu aku harus mengambil tindakan.""Apa yang kamu lakukan?" tanya saya. "Disana ada suster gemuk yang bertanya padaku," kata Jaly. "Dia bertanya apakah aku punya alergi. 'Ya' jawabku. Para dokter dan suster berhenti bekerja dan mereka menunggu jawabanku.
Aku menarik nafas dalam-dalam dan berteriak, 'Peluru!' Ditengah tertawa mereka aku katakan, ' Aku memilih untuk hidup. Tolong aku dioperasi sebagai orang hidup, bukan orang mati'."
Jaly dapat hidup karena keahlian para dokter, tetapi juga karena sikapnya hidupnya yang mengagumkan. Aku belajar dari dia bahwa tiap hari kamu dapat memilih apakah kamu akan menikmati hidupmu atau membencinya
Satu hal yang benar-benar milikmu yang tidak bisa dikontrol oleh orang lain adalah sikap hidupmu, sehingga jika kamu bisa mengendalikannya dan segala hal dalam hidup akan jadi lebih mudah.
Sekarang kamu punya dua pilihan:
- Kamu dapat menutup artikel ini, atau
- Kamu meneruskannya ke seseorang yang kamu kasihi.
Aku berharap kamu memilih #2, karena aku juga berusaha akan melakukannya.
Cheers,
Nana
Friday, October 10, 2008
HUMAN RESOURCES ENERGY

- The Power Resources
- The Light/ Radiance Resources
- The Impulse/ Starter Resources
- Which one side of MIND & SOUL who had interacting with "Taste/Felt"..?
- Which one side of MIND & SOUL who could be FIND the Important Things..? I hope you gave me with the reason why as so that answer no.1 & 2..?
- Is Mind & Soul could be work in they capabilities without any other Resources ? What is that Resources..?
- How important is the role of other human being software that so influence in their body, as likes : HEART, BLOOD, Assimilation Instrument, Respiration, etc..?
- How could Human live in Healthy without Food and Drink-Water..? How about our great-grandparent who had capabilities live for more than 100 years old...and people story said about their capability to live in fasted condition about 40 days to 100 days more..why..??
Thursday, October 9, 2008
One-step of The Right Ways for Happiness
Awalnya saya bingung waktu ditanya pertamakali oleh Pimpinan saya tentang motivasi saya kerja dan tugas di Perusahaan yang beliau pimpin, untungnya waktu belum selesai ditanya, manager saya ada kesibukan lain. Namun tidak terputus tanya yang sama terlontar dari Pimpinan lainnya pula.......karena menurut saya itu kurang begitu penting, menurut saya yg terpenting adalah kerja dan kerja, yang penting team yg saya pimpin dapat memenuhi target kinerja yang telah ditentukan tiap bulannya dan kualitas hasil kerjanya bagus alias SOP.
Ternyata jika kita sebagai Manager atau leader memerlukan human touch/ sentuhan manusiawi juga (kata owner saya dulu..),salah satunya yakni memotivasi anak buah di kantor kita. Kalo boleh jujur mungkin kita meremehkan ini karena kita kurang paham dan ga mau repot pada mereka bukan..?? padahal mereka bawahan kita itu juga manusia lhoo.... Jadi begini yang telah saya dapat:
MEMOTIVASI seseorang itu rupanya tak hanya sekedar mendorong atau memberi perintah seseorang untuk melakukan sesuatu. Motivasi bisa dikatakan sebuah seni atau keahlian yg ngelibatin semua energi & skill dalam ngenalin & ngelola emosi diri sendiri dan atau juga emosi orang lain (misal anak buah kita). Paling tidak kita diharuskan tau bahwa anak buah kita melakukan sesuatu (baik yang salah atau yang bener) karena didorong oleh Motivasinya.
Kata Owner saya dulu, kalo penasaran mau tau bedanya ama yang sudah gak punya MOTIVASI bisa kita lihat di KUBURAN, karena bisa repot kalo mereka masih punya motivasi, ntar jalan-jalan lagii..iiiihhhhh...serrreeemmmmm......... he he he he he...
Ada Tiga jenis atau tingkatan Motivasi seseorang, yaitu :
Yang Pertama, Motivasi yang didasarkan atas ketakutan, bahasa londonya "fear motivation"
Dimana seseorang melakukan sesuatu karena takut, jika tidak maka sesuatu
yang buruk akan terjadi. misalnya : orang patuh pada atasan karena takut di-
pecat, orang ikut/ beli polis asuransi karna takut jika terjadi apa-apa dengannya,
anak istrinya akan menderita.
Yang Kedua, Motivasi karena ingin mencapai sesuatu, or londonya "achievement motivation"
Motivasi ini jauh lebih baik dari jenis yang pertama lhoo.. Karena sudah ada tujuan
didalam hasrat motivasinya. Seseorang mau melakukan sesuatu karena dia ingin
mencapai suatu sasaran atau prestasi tertentu dalam kontex positip.
Yang Ketiga, Motivasi yang didorong oleh kekuatan dari dlm diri seseorang (inner motivation).
Yakni didasarkan oleh misi or tujuan hidupnya. Seseorang yang telah menemukan
misi hidupnya :"bekerja berdasarkan nilai yg diyakininya". Nilai-2 itu bisa saja ber
bentuk rasa kasih pada sesama atau ingin memiliki makna dalam menjalani hidup-
nya. Orang yang memiliki motivasi seperti yang ketiga ini biasanya memiliki visi
yang jauh kedepan KARENA BAGINYA BEKERJA BUKAN SEKEDAR UNTUK
MEMPEROLEH SESUATU (UANG, HARGA DIRI, KEBANGGAAN, PRESTASI)
TETAPI ADALAH PROSES BELAJAR & PROSES YANG HARUS DILALUINYA
UNTUK MENCAPAI MISI HIDUPNYA
And than, we've just try to be the best from ourself and surrender with iman to God. God always bless His community (Umat)...